Market

Ekonom Ingatkan Neraca Pembayaran Bakal Tekor Besar karena Suku Bunga Tinggi di AS

Chief Economist Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia) Helmi Arman menyatakan terkait neraca pembayaran Indonesia saat ini, harus memperhatikan dua hal penting.

“Pertama di tengah melemahnya harga-harga komoditas ekspor tertentu, saldo neraca transaksi berjalan Indonesia tahun ini, kami perkirakan bergerak lebih dalam ke arah defisit,” ucap Helmi dalam Konferensi Pers Pemaparan Prospek Ekonomi dan Kinerja Keuangan Citi Indonesia Tahun 2023, di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).

Apabila dibandingkan dengan tahun lalu, kata dia, defisitnya masih sangat kecil, yakni sekitar 0,1 persen terhadap PDB. Atau dibandingkan 2022, saldo transaksi berjalan Indonesia masih berada di level yang surplus.

“Kedua, neraca pembayaran Indonesia juga cenderung terpengaruh negatif oleh diferensial suku bunga rupiah dan dolar AS, yang sekarang relatif ketat. Ini terjadi sebagai akibat kenaikan suku bunga AS (Fed Fund Rate/FFR),” kata dia.

Tentu hal ini berdampak mengurangi insentif bagi eksportir untuk menukarkan devisa hasil ekspornya ke rupiah.

Tak hanya itu, ia menyatakan diferensial suku bunga yang ketat ini juga akan mendorong korporasi yang memiliki kendaraan dalam dolar, untuk melakukan refinancing menjadi pendanaan dalam mata uang rupiah, yang nantinya akan mempengaruhi keseimbangan supply dan demand di pasar valas domestik.

Baca Juga  Satgas TPPU Masih Selesaikan Bongkar-bongkar 300 Surat Bermasalah

“Untuk itu, perkiraan kami ruang untuk penurunan bunga acuan bank Indonesia baru akan terbuka, bila federal reserve di Amerika Serikat, juga sudah memulai penurunan suku bunga,” tuturnya.

“Hal ini karena penurunan suku bunga the fed diperkirakan akan diiringi dengan arus modal masuk ke pasar obligasi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dan capital inflow tersebut bisa menjadi faktor penyeimbang bagi pasar valas domestik di tengah tantangan-tantangan yang kami sampaikan tadi,” ungkap Helmi.
    

Facebook Comments

Back to top button