Empati

JuFI Salurkan Sembako untuk Warga Kopeng di Lereng Gunung Merbabu

Jurnalis Filantropi Indonesia (JuFI) mengadakan bakti sosial sekaligus pembinaan ruhiyah melalui penyampaian ayat dan hadis menjelang berbuka puasa. Acara Ramadan Bahagia 2024 ini, digelar Senin-Selasa (18-19/3/2024).

“Saya melihat antusiasme masyarakat sini untuk datang ke Masjid dalam rangka ibadah. Datang memenuhi undangan, sambil berbuka bersama,” kata Ketua JUFI, Wiyanto di Lereng Merbabu, Dusun Blancir, Kopeng, Kabupaten Semarang, dikutip Rabu (20/3/2024).

Ia melanjutkan, pentingnya pembagian sembako yang notabene berasal dari dana lembaga zakat dan dana CSR merupakan rangkaian penguat keimanan dan mengurangi beban ekonomi. Terlebih saat ini harga kebutuhan pokok sedang mengalami kenaikan.

“Alhamdulillah sebanyak 122 masyarakat disini menerima sembako tersebut. Kami melibatkan kepala dusun setempat, agar distribusi berjalan lancar, tertib, dan aman,” tutur Gus Anto, sapaan akrabnya.

Menurut Gus Anto, agenda ini, bisa memotivasi siapa saja untuk melaksanakan hal yang sama dan di lokasi yang berbeda. Itu disesuaikan dengan waktu, tempat, dan kapasitas penyelenggara kegiatan sosial.  “Bulan Ramadan harus peka terhadap isu-isu sosial. Bahkan berdasarkan ajaran agama Islam, berbagi kebaikan di bulan ini pahalanya bisa berlipat ganda,” kata Gus Anto.

Baca Juga  Dewa United Vs Persebaya: Kepala Disikut, Ady Setiawan Kolaps hingga Devakuasi ke RS Pakai Ambulans

Da’i Persatuan Islam (Persis) di Lereng Merbabu, Ustaz Iqbaludin Ma’sum mengapresiasi ‘lelaku’ sosial Jufi serta donatur kegiatan Ramadan Bahagia 2024. Kegiatan ini, dapat menjadi penyambung tali asih dan menguatkan Ukhuwah Islamiyah.

“Terima kasih kepada JUFI yang sudah menyempatkan jauh-jauh datang dari Jakarta ke Kopeng. Masyarakat disini sangat senang sekali, mereka tidak melihat jumlahnya, tetapi sangat senang karena merasa diperhatikan,” ujar Ustaz Iqbal.

“Kemudian kami ucapkan jazakumullah khairan kepada para donatur dan JUFI atas wasilah-nya. Semoga menjadi catatan amal salih dan pahala yang terus mengalir,” sambungnya.

Secara ekonomi, mayoritas profesi masyarakat Kopeng adalah petani sayur mayur. Namun tidak sedikit dari mereka adalah petani kecil yang berpenghasilan tidak memadai.

Kegiatan ini terselenggara dan didukung para donatur, yaitu LPPOM MUI, BAZNAS RI, Yayasan Amaliyah Astra, BCA Syariah, JNE, dan Bizhare.

Facebook Comments

Back to top button