Market

Proyek Balas Budi PSN di PIK dan BSD, Pemerintah Bantu Pembebasan Lahan

Jelang pensiun, Presiden Jokowi menetapkan 14 Proyek Strategis Nasional (PSN).  Ada hal yang tak lumrah, PSN kali ini menyasar kawasan elit yakni PIK dan BSD yang masing-masing pemilik pengembang besar yakni Sugianto Kusuma alias Aguan dan Sinar Mas.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan menjelaskan, pemerintah akan memberikan sejumlah fasilitas terkait penetapan PSN di PIK dan BSD.

Melalui PSN, kawasan BSD yang identik dengan Sinar Mas Grup, akan dikembang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Fokusnya antara lain pendidikan, riset kesehatan, ekonomi digital, pengembangan teknologi, layanan kesehatan dan biomedikal.

Untuk mewujudkannya, kata Ichwan, pemerintah akan mempriotaskan kepada pembebasan lahan. “Sehingga kalau dia mau menjadi kawasan ekonomi khusus, nanti diprioritaskan. Ada kemudahan untuk bisa mengurus pembebasan lahannya,” kata Ichwan, Jakarta dikutip Selasa (2/4/2024).

Untuk segi pendidikan, dia menyebut KEK menjadi syarat untuk membangun kampus luar negeri di Indonesia. Artinya, kampus luar negeri harus dibangun di dalam area KEK.  “Jadi, tidak boleh ada universitas asing didirikan di Indonesia, (jika) lokasinya di luar KEK. Itu by law, enggak boleh. Jadi, nanti akan ada perluasan dari BSD itu untuk bisa menjadi KEK di sana,” kata dia. 

Baca Juga  CEO Apple: iPhone Merupakan Platform Mobile Gaming Terbaik di Dunia

Apabila nanti BSD menjadi KEK dengan status PSN, maka ada sejumlah bantuan-bantuan dari pemerintah ke sana. Bantuan tersebut, kata Ichwan diarahkan agar mampu menarik investasi masuk ke sana. Selain itu, bisa juga dalam bentuk percepatan proses perizinan dan pengalihan status lahan serta RTRW.

Sementara dari segi pendanaan, kata dia, sebenarnya pemerintah bisa saja menyokong. Namun, Kemenko Perekonomian sebelumnya menyatakan bahwa 14 PSN baru tidak akan mengambil porsi APBN alias sepenuhnya investasi swasta. “Tapi saya lihat sih, BSD sebenarnya mereka pun bisa melakukannya sendiri,” kata Ichwan.

Sebelumnya, Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mempertanyakan keputusan pemerintah menetapkan BSD dan PIK masuk PSN. “PIK itu siapa yang punya? Aguan. Lalu itu (BSD) Sinar Mas. Ya jelas kan, dua itu. Yang Wakil Ketua Otorita kan orang Sinar Mas (Wakil Kepala OIKN Dhony Rahajoe). Aguan kepala investor lokal,” kata Agus.

Agus menegaskan PSN adalah proyek-proyek yang memang butuh percepatan pembangunan. “Sudah lah, mereka berdua itu sudah swasta besar, sangat besar, taipan, ngapain dibantu PSN,” ujar Agus.

Baca Juga  MUI: Tarhib Ramadan di Istiqlal Tak Ada Unsur Politik

Agus khawatir status PSN pada dua proyek tersebut akan menjadi dalih bagi penyalahgunaan wewenang penggunaan lahan atas pembangunan PSN.

Agus juga memandang investor asing akan enggan masuk IKN bila populasi manusia di sana belum ada. Dia mencontohkan seperti tidak mungkin investor asing masuk untuk membangun rumah sakit dan perhotelan bila populasi manusia di sana belum ada. Makanya, investor lokal didorong untuk masuk.

“Kalau bilang balas budi ya bisa saja, makannya saya tadi bilang. Karena investor asing itu enggak ada yang mau datang. Investor mau ke sana mikir juga, mau buat rumah sakit emang ada berapa orang di situ, buat hotel emang ada berapa orang di situ yang pergi datang,” kata Agus.

Facebook Comments

Back to top button